Langsung ke konten utama

REVIEW BUKU MAHAKURAWA




"Bagaimana jika para penjahat dibiarkan bercerita?"

Halo, 2025! 😁
Setelah hening sejak Agustus lalu, sepertinya harus hidup2in lagi halaman ini...
Sejak awal tahun, aku belum ada pengalaman dan pelatihan baru, jadi tahun ini aku awali dengan review buku yang udah aku baca (di tahun yang lalu). 
Yuhuuu, kita mulai ulasan untuk buku pertama, yaitu Mahakurawa. Kurawa, yang sudah viral dengan ke-antagonis-annya, keburukannya, dan kebanyakannya (apaan sih). Bala Kurawa, yang identik sebagai tokoh-tokoh jahat, diceritakan dengan sudut cerita yang berbeda dan berlawanan dalam buku ini. 
Buku Mahakurawa dikarang oleh Anand Neelakantan, seorang novelis, kolumnis, penulis skenario, dan pembicara publik India yang sudah menghasilkan banyak karya fiksi mitologi. FYI, Pak Anand ini juga nulis buku Rahwana yang menceritakan kisah Ramayana tentunya dari sudut pandang saingannya Mas Rama. Lanjut, buku Mahakurawa terdiri dari dua jilid buku, dengan Jilid 1 Cakra Manggilingan, dan sekuelnya, Jilid 2 Kaliyuga. Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh Javanica, dengan jumlah 502 halaman di buku jilid 1 dan 561 halaman di jilid keduanya. Menarik kan yaa.... Dua buku ini ga bercerita tentang keseratus member Kurawa.  Jadi, jangan sedih kalau salah satu member Kurawa yang kamu idolain termasuk yang ga diceritain, 😊.
Mahakurawa bercerita dari sisi para Kurawa terutama Duryudana. Fokus cerita ditonjolkan pada tokoh-tokoh yang dekat dengannya, seperti Karna, Aswatama, Sengkuni, serta karakter-karakter yang terpinggirkan seperti Ekalaya dan Jara. Meski demikian, buku ini menceritakan secara lengkap mulai dari awal mula hingga berakhirnya perang Baratayudha. Tentunya, tokoh-tokoh yang sebelumnya kita anggap sebagai para protagonis, akan diceritakan pula dalam bentuk yang 'manusiawi' (termasuk Si Titisan Dewa, wkwk).
Mengenai jalan ceritanya, penulis menceritakan alur yang berakar dari berbagai versi cerita Mahabarata yang tersebar di tanah India yang tentunya diolah dengan imajinasi brilian. Satu contoh, Anand menceritakan bagaimana Duryudana diagungkan di suatu wilayah karena kebaikannya. Penggalan ini didasarkan pada kepercayaan turun temurun bahwa Duryudana benar-benar pernah membawa berkah di wilayah tersebut. 
Buku ini memberikan kesempatan untuk tokoh-tokoh yang selama ini dianggap salah, untuk digambarkan dan diceritakan dengan lebih manusiawi, yang juga memiliki sisi terang, serta bagaimana perjuangannya dalam mempertahankan apa yang dianggapnya sebagai kebenaran. Caption "orang jahat lahir dari orang baik yang tersakiti" agaknya cocok juga dengan isi buku ini...
Setelah membaca buku ini, kita juga mendapatkan bahan renungan, mengenai apa yang kita percaya mengenai kebaikan dan kejahatan, dharma dan adharma, yang rupanya tidak tergambar secara kontras, tapi justru 'abu-abu'. Seperti kemenangan Pandawa dalam perang Baratayudha, yang nyatanya tetap membawa dunia pada Kaliyuga, yang dalam ajaran Hindu diartikan sebagai zaman kegelapan dan rusaknya moral. Di titik tertentu, cerita ini bahkan mampu menggiring kita untuk mempertanyakan bagaimana bisa mempertahankan dharma secara adharma (?) (pengalaman pribadi ketika ga habis pikir sama si Titisan).
At least, Mahakurawa memberikan cara pandang baru mengenai bagaimana memahami bahwa setiap manusia tidak hanya terbentuk oleh satu unsur, kebaikan saja, atau sebaliknya. Kebaikan maupun keburukan bukan merupakan hal mutlak, tetapi bagai bayangan yang dapat berubah arah sesuai dari mana cahaya datang. Manusia juga memiliki masing-masing perjuangan dalam mempertahankan dan mewujudkan apa yang menjadi cita-cita dan tujuannya. Pandawa dan Kurawa, tidak sebatas tokoh yang mewakili sifat baik dan jahat. 
Sehingga, dapat kita tarik kesimpulan, patutkah kita menghakimi satu sama lain?


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU ANIMAL FARM

Hula... Pernah ga sih temen-temen baca buku yang awalnya seperti dongeng anak, tapi lama-lama kerasa berat dan relate dengan kehidupan manusia? Apa kabar man-teman? Kali ini aku ingin membahas salah satu buku keren karya George Orwell yang berjudul Animal Farm. Dari judulnya, sudah bikin penasaran, ditambah gambar covernya yang menggambarkan babi imut nan kyut. Hahaha.. Sebelum masuk ke isi bukunya, aku informasikan dulu ya, buku ini terbit pertama kali tanggal 17 Agustus 1945 lho. Meski demikian, teman-teman tetap bisa mencari bukunya di toko buku atau market place. Buku ini merupakan novel pendek gaya fabel yang menggambarkan kehidupan sekelompok hewan di sebuah peternakan. Menariknya, latar dalam cerita ini ditulis berdasarkan peristiwa nyata, sehingga tulisannya lebih bersifat mengkritik sistem politik yang pernah terjadi. Baiklah, mari kita mulai membahas isinyaaaa... Awal dari cerita ini ditulis dengan sederhana, dengan menceritakan kehidupan sekelompok hewan peternakan yang mera...

Review Eye Mask LANBENA

 Hai... Pada kesempatan kali ini, aku mau mereview masker mata LANBENA varian Hyaluronic Acid warna biru.  Produk ini made in China ya girls,, dan diimpor serta didistribusikan  oleh PT JNR Sosial Indonesia. Komposisinya agak banyak, dan aku yg awam soal bahan2 beginian agak bingung juga..    Untuk isinya, seperti karet bening kebiruan. Dengan jumlah 30 pasang /60 pcs. Dikemas dengan tutup double, spatula, dan berisi cairan yang melembabkan.  Review pemakaian: Ketika pertama kali aku pakai, langsung cekit cekit perih dan panas girls... 😭😭😭 Tapi ketika ibuk aku yang pakai, fine fine aja..  Hiks sepertinya ada bahan yang ga cocok dikulit wajahku...  Selama memaksa memakai, efeknya baru menyegarkan saja. Lembab sedikit, tp jangan tanya gimana mata pandaku wkwk. Aku cuma coba pakai 3x..  Setelah itu menyerah karena panas dan perihnya...  Aku beli seharga 30k di official store LANBENA di shoppe dgn harga promo girls..  Ini termasuk ey...