Menilik Kembali Sang Antagonis dalam Epos Ramayana Ni hao! Welcome December! Di hari keenam bulan penghabisan tahun 2025 ini, mari kita review salah satu buku yang sudah lama kita nantikan. Yuhuuuu RAHWANA, karangan Anand Neelakantan. Masih ingatkan, sama si Bapak ini? Ho'oh bener banget. Penulis Mahakurawa yang sudah pernah kita review beberapa bulan lalu. Buku ini ditulis setelah penulis melakukan penelusuran sejarah cerita dari beberapa wilayah di India. Dan, yang mungkin agak membuat alis kita berkerut adalah versinya. Di awal buku dipaparkan bahwa buku ini menceritakan tentang Kasih Rahwana kepada Sinta, anaknya. Loh, lah? wkwkkw .... Iyaaah pemirsa,, saya pun agak kecewa ketika menyadari bahwa di dalam buku ini tidak akan menyajikan syair-syair percintaan. Tapi ya sudah, mari kita mulai mereview buku setebal 632 halaman ini. Jika selama ini, kita mengenal Rahwana sebagai raksasa penculik Sints, maka dalam buku ini, kita akan membaca sesuatu yang jauh lebih rumit...
Hulaaa... Halo teman, apa kabar? Hari ini sudah di akhir bulan ke-10 tahun 2025 yak. Haa,, cepat sekali waktu berlalu. Bulan Oktober ini aku akhiri dengan postingan review buku yang menarik, karangan Ernest Hemingway. Buku yang mendapat penghargaan Nobel Sastra dan terbit di tahun 1952, yakk! "The Old Man and The Sea"!!!! Aku beli bukunya beberapa bulan yang lalu dengan uang tunjangan melalui aplikasi keranjang orens, di salah satu percetakan saat ada diskon di tanggal kembar. Bukunya kecil dan tipis. Jadi, buku ini bisa kita sebut novella atau novel pendek ya... Dari gambar covernya, sudah bisa kita lihat garis besarnya, yes,, nelayan dan ikan. Ikan besar. Tapi eh tapi, kenapa buku yang menceritakan nelayan nangkep ikan ini bisa sampe dapat penghargaan bergengsi? Pinisirin ga sih, wkwk.. Oke markiviw, mari kita review! Sebelum kita bahas isinya, baiknya aku critain dulu ya ringkasan ceritanya. Jadi ini tuh, cerita tentang seorang nelayan tua yang udah duda bernama Santiago ...