Langsung ke konten utama

RAHWANA

 


Menilik Kembali Sang Antagonis dalam Epos Ramayana

Ni hao!

Welcome December!

Di hari keenam bulan penghabisan tahun 2025 ini, mari kita review salah satu buku yang sudah lama kita nantikan. Yuhuuuu RAHWANA, karangan Anand Neelakantan. Masih ingatkan, sama si Bapak ini? Ho'oh bener banget. Penulis Mahakurawa yang sudah pernah kita review beberapa bulan lalu.

Buku ini ditulis setelah penulis melakukan penelusuran sejarah cerita dari beberapa wilayah di India. Dan, yang mungkin agak membuat alis kita berkerut adalah versinya. Di awal buku dipaparkan bahwa buku ini menceritakan tentang Kasih Rahwana kepada Sinta, anaknya. Loh, lah? wkwkkw .... Iyaaah pemirsa,, saya pun agak kecewa ketika menyadari bahwa di dalam buku ini tidak akan menyajikan syair-syair percintaan. 

Tapi ya sudah, mari kita mulai mereview buku setebal 632 halaman ini. 

Jika selama ini, kita mengenal Rahwana sebagai raksasa penculik Sints, maka dalam buku ini, kita akan membaca sesuatu yang jauh lebih rumit, dan memunculkan pertanyaan, "Apakah Rahwana, antagonis Ramayana, sebenarnya hanyalah korban narasi yang ditulis oleh pemenang?"

Novel ini menyajikan kisah dari sudut pandang dua tokoh, Rahwana sendiri dan Badra. Cerita dikisahkan secara runtut untuk menggambarkan perjalanan hidup Rahwana, yang dimulai dari masa kecilnya yang hidup dalam keluarga yang penuh luka, kemiskinan, dan kekerasan hingga akhir hidup yang sudah kalian ketahui. Ia tidak digambarkan sebagai monster, tetapi seorang yang cerdas dan peka yang marah terhadap ketidakadilan dan pada akhirnya berambisi untuk mengubah dunia. Sedangkan Bhadra, tokoh 'kecil' , bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, yang melalui sudut pandangnya, menggambarkan bagaimana bangsanya, bangsa Asura mengalami kehancuran. 

Membaca buku ini, memberikan kita pemahaman bahwa Rahwana adalah manusia, dengan akal dan perasaannya, yang berjuang dan berusaha bertahan melawan keadaan, ego, dan luka batin. Kalian tidak akan menemukan pahlawan dan penjahat dalam cerita ini, karena semua adalah korban dari tatanan masyarakat dan waktu. Rahwana memperjuangkan bangsa Asura dengan memerangi kasta, sebaliknya, Rama memperjuangkan dharma yang diyakini bangsa Dewa. 

Hal yang menarik dari buku ini adalah kemahiran penulis dalam membalikkan sudut pandang, yang mampu meragukan para pembaca, mengenai siapa yang sebenarnya jahat, dan menimbulkan simpati para pembaca kepada karakter-karakter yang tadinya kita benci. 

Hal menarik lain, adalah ketidakadilan kasta yang juga diperangi oleh Duryudana dalam Mahakurawa. Penyalahgunaan kekuasaan, patriarki, hingga rasisme kepada para suku berkulit gelap menjadi sorotan sekaligus kritik sosial yang menurut saya masih sangat relevan dengan masa sekarang. Nah, ketika menyoroti bagian ini, jadi ingat statement bahwa "orang jahat terlahir dari orang baik yang tersakiti" .... masukkkkk bangeeeet!!!! 

Di sisi lain, buku ini menurutku nuansanya gelap banget. Penggambaran kekerasan yang mencolok, dendam, ambisi, pengkhianatan, dan tidak adanya kesan ceria dalam cerita menunjukkan sisi yang tragis. 

Kesimpulannya, buku ini worth it banget untuk dibaca, cocok untuk penyuka reinterpretasi mitologi dan cerita dengan tema-tema gelap. Kalau dianalogikan, buku Rahwana ini menceritakan kisah Ramyana dari sisi bayangannya, yang lebih manusiawi dan mendekati realita.

Okay, sekian dulu,,, 
Ketemu lagi di tahun depan yaaak.
Mua mua^^



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU ANIMAL FARM

Hula... Pernah ga sih temen-temen baca buku yang awalnya seperti dongeng anak, tapi lama-lama kerasa berat dan relate dengan kehidupan manusia? Apa kabar man-teman? Kali ini aku ingin membahas salah satu buku keren karya George Orwell yang berjudul Animal Farm. Dari judulnya, sudah bikin penasaran, ditambah gambar covernya yang menggambarkan babi imut nan kyut. Hahaha.. Sebelum masuk ke isi bukunya, aku informasikan dulu ya, buku ini terbit pertama kali tanggal 17 Agustus 1945 lho. Meski demikian, teman-teman tetap bisa mencari bukunya di toko buku atau market place. Buku ini merupakan novel pendek gaya fabel yang menggambarkan kehidupan sekelompok hewan di sebuah peternakan. Menariknya, latar dalam cerita ini ditulis berdasarkan peristiwa nyata, sehingga tulisannya lebih bersifat mengkritik sistem politik yang pernah terjadi. Baiklah, mari kita mulai membahas isinyaaaa... Awal dari cerita ini ditulis dengan sederhana, dengan menceritakan kehidupan sekelompok hewan peternakan yang mera...

REVIEW BUKU MAHAKURAWA

"Bagaimana jika para penjahat dibiarkan bercerita?" Halo, 2025! 😁 Setelah hening sejak Agustus lalu, sepertinya harus hidup2in lagi halaman ini... Sejak awal tahun, aku belum ada pengalaman dan pelatihan baru, jadi tahun ini aku awali dengan review buku yang udah aku baca (di tahun yang lalu).  Yuhuuu, kita mulai ulasan untuk buku pertama, yaitu Mahakurawa. Kurawa, yang sudah viral dengan ke-antagonis-annya, keburukannya, dan kebanyakannya (apaan sih). Bala Kurawa, yang identik sebagai tokoh-tokoh jahat, diceritakan dengan sudut cerita yang berbeda dan berlawanan dalam buku ini.  Buku Mahakurawa dikarang oleh Anand Neelakantan, seorang  novelis, kolumnis, penulis skenario, dan pembicara publik India yang sudah menghasilkan banyak karya fiksi mitologi. FYI, Pak Anand ini juga nulis buku Rahwana yang menceritakan kisah Ramayana tentunya dari sudut pandang saingannya Mas Rama. Lanjut, buku Mahakurawa terdiri dari dua jilid buku, dengan Jilid 1 Cakra Manggilingan, dan sekuel...

REVIEW BUKU THE OLD MAN AND THE SEA

Hulaaa... Halo teman, apa kabar? Hari ini sudah di akhir bulan ke-10 tahun 2025 yak. Haa,, cepat sekali waktu berlalu. Bulan Oktober ini aku akhiri dengan postingan review buku yang menarik, karangan Ernest Hemingway. Buku yang mendapat penghargaan Nobel Sastra dan terbit di tahun 1952, yakk! "The Old Man and The Sea"!!!! Aku beli bukunya beberapa bulan yang lalu dengan uang tunjangan  melalui aplikasi keranjang orens, di salah satu percetakan saat ada diskon di tanggal kembar. Bukunya kecil dan tipis. Jadi, buku ini bisa kita sebut novella atau novel pendek ya... Dari gambar covernya, sudah bisa kita lihat garis besarnya, yes,, nelayan dan ikan. Ikan besar. Tapi eh tapi, kenapa buku yang menceritakan nelayan nangkep ikan ini bisa sampe dapat penghargaan bergengsi? Pinisirin ga sih, wkwk.. Oke markiviw, mari kita review! Sebelum kita bahas isinya, baiknya aku critain dulu ya ringkasan ceritanya. Jadi ini tuh, cerita tentang seorang nelayan tua yang udah duda bernama Santiago ...